Pengertian Cerita Rakyat, Jenis, Ciri, Struktur Dan Contohnya

Posted on

Pengertian Cerita Rakyat

Cerita rakyat ialah cerita yang berkembang disetiap wilayah dan mengisahkan asal usul atau legenda yang terjadi disuatu daerah; kisah yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat. Cerita rakyat adalahbagian dari dongeng.

Cerita Rakyat

Ciri-ciri kisah rakyat

  • Cerita rakyat dikatakan secara lisan
  • Disampaikan secara turun-temurun
  • Tidak diketahiu siapa kesatu kali membuatnya
  • Kaya nilai-nilai luhur
  • Bersifat tradisional
  • Memiliki tidak sedikit versi dan variasi
  • Mempunyai bentuk-bentuk klise dalam rangkaian atau teknik pengungkapannya.

Fungsi kisah rakyat

  1. Fungsi sarana hiburan yakni dengan mendengarkan kisah rakyat sepeti dongeng, mite atau legenda, anda sekan-akan disuruh berkelana ke alam beda yang tidak anda jumpai dalam empiris hidup sehari-hari.
  2. Fungsi sarana edukasi yaitu pada dasarnya kisah rakyat hendak menyampaikan pesan atau amanat yang bisa bermanfaat untuk watak dan jati diri para pendengarnya.
  3. Fungsi sarana penggalang rasa kesetiakawanan diantara penduduk masyarakat yang menjadi pemilik kisah rakyat tersebut.
  4. Fungsi beda lagi dari kisah rakyat ialah sebagai pengokoh nilai-nilai sosial kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Dalam kisah rakyat terkadang ajaran-ajaran etika dan moral dapat dipakai sebagai pedoman untuk masyarakat. Di samping itu di dalamnya pun ada larangan dan pantangan yang butuh dihindari. Cerita rakyat untuk warga masyarakat pendukungnya dapat menjadi bimbingan tingkah laku dalam pergaulan sosial.

Macam-Macam Cerita Rakyat

Legenda

Legenda merupakan kisah rakyat yang menceritakan riwayat terjadinya sebuah tempat atau wilayah.

Contoh: kisah Malin Kundang, Tangkuban Perahu, Dongeng Banyuwangi, Dongeng Gunung Batok, Dongen Rawa Pening dan sebagainya.

Sage

Sage merupakan kisah rakyat yang didasarkan peristiwa sejarah bercampur dengan angan-angan rakyat.

Contoh: Syariah melayung, Hikayah Hang Tuah, Ciung Wanana, dan sebagainya.

Mite

Mite merupakan kisah rakyat yang bersangkutan dengan keyakinan terhadap pada sebuah benda yang diandalkan benda gaib.

Contohnya : Nyi Roro Kidul, Jaka Tarub, dan sebagainya.

Fabel

Fabel merupakan kisah rakyat menokohkan hewan sebagai lambing pengajaraan moral.

Contoh : Cerita Si Kancil yang Cerdik, Kancil dan Buaya, Hikayat Kalila dan sebagainya.

Pararel

Pararel merupakan kisah rakyat yang tokohnya ialah manusia dan hewan.

Contoh : Anjing Yang Loba, Semut Dan Belalang, Hikayah Mahabrata, Hikayah Ramayana, dan sebagainya.

Jenaka

Jenaka merupakan kisah rakyat mengenai perilaku orang bodoh, orang malas, atau cerdik setiap dilukiskan secara humor.

Contoh : Lebai Malang, Pak Kodok, Pak Pender, Pak Belalang, dan sebagainya.

Cerita Terbingkai

Cerita Terbingkai merupakan kisah yang didalamnya kisah lagi.

Contoh : 1001 malam

Parabel

Parabel merupakan kisah yang mengganbarkan kisah moral dengan para figur benda mati.

Contoh : Kisah sepasang Slop.

Unsur Instrinsik

Unsur instrinsik ialah unsur yang membangun kisah dari dalam. Unsur-unsur instrinsik kisah rakyat, yakni :

Tema

Adalah pokok benak yang digunakan sebagai dasar pengarang; pokok benak pengarang; gagasan pokok permasalahan.

Alur

Adalah jalannya cerita; susunan peristiwa yang membentuk kisah dengan dasar hubungan karena akibat. Pada lazimnya alur terdapat tiga macam, yakni :

Alur maju

Merupakan peristiwa-peristiwa yang disajikan secara berurutan dari peristiwa kesatu ke peristiwa selanjutnya.

Alur mundur

Merupakan peristiwa yang dikisahkan kembali.

Alur gabungan/ zik-zaküMerupakan campuran dari alur maju dan alur mundur.

Latar

Keterangan mengenai tempat, masa-masa dan suasana; tempat/waktu terjadinya peristiwa. Latar terdapat tiga macam, yakni :

Latar tempat
Lokasi atau bangunan jasmani lain yang menjadi lokasi terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita.

Latar waktu
Waktu (masa) tertentu saat peristiwa kisah itu terjadi.

Latar suasana
Salah satu bagian instrinsik yang sehubungan dengan suasana psikologis yang timbul dengan sendirinya bersamman dengan jalannya cerita. Suatu kisah menjadi unik karena dilangsungkan dalam keadaan tertentu.

Tokoh dan Penokohan

Penokohan dalah lukisan watak pelaku; teknik pengarang mencerminkan watak tokoh. Istilah tokoh mengindikasikan pada orangnya, pelaku cerita, sementara pekonokohan mengindikasikan pada sikap kualitas individu tokoh.

Unsur Ekstrinsik

Adalah bagian yang sedang di luar karya sastra atau kisah namun turut menetukan format dan isi sebuah karya/cerita. Unsur-unsur eksttrinsik kisah rakyat, yakni : agama, politik, moral, aliran pengarang, psikologi, sejarah, sosial budaya, dan lain-lain.

Contoh Cerita Rakyat

Si Pahit Lidah Dan Si Empat Mata

adalah kisah rakyat yang berasal dari Lampung dan adalahsalah satu kisah rakyat Indonesia yang popular di kalangan masyarakat Lampung. Cerita ini menceritakan tentang dua orang yang sombong sebab memiliki keunggulan dari orang lain. Pengajaran yang dapat di petik dari kisah ini ialah jangan menjadi orang yang congkak walaupun memiliki keunggulan dari orang lain. Berikut marilah anda simak bareng cerita rakyat dari Lampung yang berjudul Si Pahit Lidah dan Si Empat Mata

Serunting ialah orang yang digdaya mandraguna. Dia berasal dari Majapahit yang lantas diusir dari istana kemudian berkelana ke Sumatera. Adik ipar Serunting yang mempunyai nama Arya Tebing merasa iri dengan kesaktian Serunting. Dia kemudian memujuk kakaknya guna memberitahu di mana letak kekurangan Serunting. Karena rasa sayang untuk adiknya kesudahannya istri Serunting memberi tahun letak kekurangan Serunting.

Setelah mengetahuinya Arya Tebing menyuruh Serunting guna adu kekuatan. Mereka juga berkelahi, ketika tersebut Arya Tebing menusuk Serunting di lokasi kelemahannya. Serunting terluka parah dan lantas mengasingkan diri di Gunung Siguntang. Dalam pengasingannya Serunting mengobati lukanya dan tidak jemu berdoa pada Tuhan supaya mengembalikan kesaktiannya. Karena ketekunan Serunting kesudahannya dia diberi keunggulan bahwa apapun yang diucapkannya menjadi kenyataan.

Pada sebuah hari Serunting sedang berjalan-jalan di suatu kampung. Masyarakat dusun tersebut sedang menempatkan padi. Hamparan sawah yang menguning sangat estetis di pandang mata. Namun Serunting justeru mengatakan bahwa tersebut bukan sawah tetapi hamparan batu. Ketika tersebut tiba-tiba saja perkataan Serunting menjadi kenyataan. Melihat urusan tersebut warga menjuluki Serunting dengan julukan Si Pahit Lidah. Masyarakat tidak terdapat yang berani melawan Si Pahit Lidah sebab mereka fobia terkena kutukannya. Si Pahit Lidah menjadi congkak dan kasar sampai-sampai warga tidak menyenangi dirinya.

Kesaktian Si Pahit Lidah tersiar oleh Si Empat Mata seorang yang pun mempunyai kesaktian dari negeri India. Si Empat Mata merasa tersaingi kesaktiannya dan bermaksud guna menantang Si Pahit Lidah. Kemudian dia berlayar mengarah ke Sumatera untuk mendatangi Si Pahit Lidah. Ketika bertemu Si Empat Mata menantang Si Pahit Lidah guna berkelahi. Berhari-hari mereka berduel dan menerbitkan seluruh kesaktiannya tetapi tidak terdapat yang menang atau kalah.

Ketika itulah seorang tetua dusun mengajukan pertandingan guna kedua orang tersebut. Meraka mesti memakan buah aren yang tersedia. Si Pahit Lidah mendapat giliran kesatu guna memakan buah tersebut. Dengan congkak Si Pahit Lidah memakan buah aren tersebut sambil berfikir sebab tidak barangkali dia bakal mati dengan buah sekecil itu. Namun apa yang terjadi Si Pahit Lidah menggelepar kemudian mati.

Melihat Si Pahit Lidah mati Si Empat Mata merasa senang sebab sekarang dialah orang yang sangat sakti di negeri itu. Namun, Si Empat Mata merasa mengherankan karena Si Pahit Lidah dapat mati melulu dengan sebiji buah aren. Si Empat Mata kemudian menimang-nimang buah aren saldo Si Pahit Lidah, dia memakan buah aren itu dan tidak lama lantas Si Empat Mata menggelepar kemudian mati. Akhirnya mereka berdua mati dengan keangkuhan sendiri lalu dua-duanya di makamkan di Danau Ranau.

Cerita Rakyat Si Pahit Lidah dan Si Empat Mata mengisahkan tentang keangkuhan akan menyebabkan celaka pada diri sendiri. Semua kekuatan tiadalah bermanfaat jika diiringi dengan kesombongan.

Sumber: