Keutamaan Tentang Qurban dan Aqiqah Lillah

Posted on

Khotbah Jumat tentang Qurban dan Aqiqah Lillah – Saudaraku Muslim, masa depan Khotib Rohimakumullah. Pada kesempatan kali ini Dutadakwah akan menjelaskan tentang Qurban dan Aqiqah. Apa yang disajikan secara singkat dalam pembahasan ini dengan teks khutbah Jumat. Silakan lihat ikhtisar berikut untuk detail lebih lanjut.

Khutbah Jumat tentang Qurban dan Aqiqah Lillah

Materi dalam khutbah ini hanya menjadi rujukan para da’i untuk berdakwah terutama di bulan Dzul Hijjah. Dan bahan ini dapat diubah tergantung pada kondisi di mana Anda mengangkutnya.
Materi khotbah pertama

Keutamaan-Tentang-Qurban-dan-Aqiqah-Lillah

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://www.dutadakwah.co.id/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

Damai, rahmat dan berkah Tuhan

Alhamdulillah yang mengutus Rasul-Nya dengan tuntunan dan agama yang benar untuk menunjukkannya kepada seluruh agama, dan Tuhan cukup sebagai syuhada. Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Tuhan yang tidak memiliki sekutu. Wahai hamba Tuhan! Saya menasihati Anda dan diri saya sendiri untuk takut akan Tuhan, karena yang saleh telah menang, dan saya mendorong Anda dan saya sendiri untuk menaati Tuhan setiap saat. Mungkin Anda bisa makmur. Saya mencari perlindungan kepada Tuhan dari Setan yang terkutuk: Hai Anda yang percaya.

Ma’asyirol muslim jama’ah jum’at rohimakumullah. Marilah kita senantiasa mendedikasikan diri kita kepada Allah SWT dengan taqwa yang sejati yaitu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhkan kita dari segala larangan-Nya.

Khutbah Jum’at ini kami sampaikan melalui “Qurban dan Aqiqah Lillah”.

Kita diperintahkan untuk selalu mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepada kita semua. Dan kami bersyukur bisa berkumpul kembali dengan hari Jumat, yang setiap minggunya memberi tahu kami. Oleh karena itu, pada hari Jumat ini, saat bertemu dengan Idul Fitri atau Idul Adha, Anda dapat memilih untuk sholat ke masjid pada hari Jum’at atau sekedar sholat zuhur.

Menceritakan Iyas bin Abi Romlah Asy Syamiy, dia berkata: “Saya telah menemani Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan dia bertanya kepada Zaid bin Arqam:

Anda bersaksi dengan Utusan Tuhan Mereka berkumpul bersama pada suatu hari dan dia berkata ya. Lantas bagaimana dia melakukannya? Dia menunaikan sholat Idul Fitri, lalu dikabulkan kelonggarannya untuk sholat Jum’at. Katanya: Dia yang lumpuh shalat Id sebaiknya tidak shalat

Artinya, “Pernahkah Anda melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dua’ ied (Idul Fitri atau Idul Adha bertemu Jumat) dalam satu hari?” “Ya,” jawab Zaid. Kemudian Mu’awiyah bertanya lagi: “Lalu apa yang dia lakukan?” “Dia salat ‘Ied dan memberi kelegaan untuk meninggalkan salat Jumat,” balas Zaid lagi. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapapun yang ingin shalat Jum’at, silahkan.” (HR Abu Daud No. 1070, An-Nasai No. 1592, dan Ibn Majah No. 1310. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan hadits ini adalah Sanad Hasan.)

Pikirkan manfaat berterima kasih

jika Anda bersyukur, saya akan memberi Anda lebih banyak

Artinya, “Jika Anda ingin bersyukur, saya akan sangat menambah kenikmatan Anda.” (Surat Ibrahim: 7)

Hadis dari Tsauban disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad.

Karena hambanya dirampas rezeki melalui dosa yang menimpanya, dan takdir tidak mengembalikan apapun kecuali permohonan dan bukan kesadaran.

Artinya: “Pastilah hamba itu terhalang oleh dosa-dosa yang dilakukannya melalui makanan. Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa. Usia hanya bertambah melalui praktik kebaikan.”

Kita harus menunjukkan rasa syukur ini dengan ketakwaan, sebagaimana perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hai kamu yang percaya

Artinya: “Hai kamu yang beriman, bertakwa kepada Allah dan benar-benar takut kepada-Nya; dan tidak pernah mati, tetapi dalam negara Muslim.” (Surat Ali Imran: 102)

Semoga doa dan salam diucapkan kepada Nabi Akhir Zaman yang mencapai mukjizat terbesar dan membukakan pintu surga yaitu Nabi kita yang agung Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga, sahabat dan semua yang mengikuti salaf ini dengan baik hingga akhir waktu.

Jama’ah Sholat Jum’at Rahimakumullah …

Kami berada di awal Dzulhijjah, di mana sekarang adalah waktu terbaik untuk melakukan perbuatan baik. Salah satu amalan terbaiknya adalah puasa sunnah 1-9 Dzulhijjah. Dianjurkan juga memperbanyak takbir di awal Dzulhijjah sesuai petunjuk ayat tersebut.

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ فِيْ أَيَّامٍ مَّعْلُوْمَاتٍ

Yaitu, “Dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari yang ditentukan.” (QS. Al Hajj: 28).

Arti “Ayyam ma’lumaat” menurut salah satu tafsirnya adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Imam Bukhari rahimahullah berkata:

أَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوْا اسْمَ اللهِ فِيْ أَيَّامٍ مَّعْلُوْمَاتٍ أَيَّامُ ْعُروا اسْمَ اللهِ فِيْ أَيَّامٍ مَّعْلُوْمَاتٍ أَيَّامُ ْعُشْرِ ، وَرل عي مل karena mereka adalah bani Israel di tanah Israel karena mereka adalah bani Israel. وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ.

Yaitu: Ibn ‘Abbas bersabda: “Doakan Allah Dzikir pada hari-hari yang ditentukan (Ayyam Ma’lumaat), 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari Tasyrik (termasuk dalam Ayyam Ma’dudaat).” Ibn Umar dan Abu Hurairah pergi ke pasar sekali dalam sepuluh hari pertama Dzulhijah, mereka mengaji takbir, kemudian orang juga akan mengaji. Muhammad bin ‘Ali juga membacakan takbir setelah shalat sunah. (Diedit oleh Imam Bukhari tanpa Sanad-Hadits Mu’allaq dalam bab “Keutamaan beramal di hari Tasyrik”)

Namun ada amalan utama lain di bulan Dzulhijjah, yaitu Berqurban.

Perintah untuk berkorban disebutkan dalam ayat tersebut,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Menetapkan doa dan pengorbanan (an-nahr).” (QS. Al Kautsar: 2).

Salah satu tafsir ayat ini adalah “Kurban pada hari raya Idul Adha (yaumun nahr)”. Tafsir ini diriwayatkan oleh Ibn Abbas dan lainnya.

Bagaimana Nabi mengorbankan Shallallahu ‘alaihi wa sallam?

عن أنس بن مالك رضي الله عنه أن! النبي ﷺ كان يضحي أقرنين, أقرنين, ويسمى, ويكبر, ويضع رجله على صفاحهما. وفي لفظ: ذبحهما بيده – متفق عليه – وفي لفظ: سمينين – ولأبي عوانة في “صحيحه”:

Artinya: “Beliau bersabda tentang Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:“ Nabi Shallallahu’ alaihi wa sallam biasa berkorban dengan dua owa (domba) putih bertanduk. Selama penyembelihan, dia akan melafalkan nama-nama Allah dan Takbir dan meletakkan kedua kaki di pipi kedua giba (saat penyembelihan). Dengan kata lain, itu menyebutkan bahwa dia membantai dengan tangannya. (Muttafaqun ‘alaih)

Dengan kata lain disebutkan: “Saminain berarti dua giba yang gemuk.” Dalam perkataan Abu Awanah dalam bukunya Shahih dengan kata-kata: “Tsaminain, artinya giba yang istimewa (berharga).” (HR.Bukhari, No. 5565; Muslim, No. 1966)

Hadits Anas di atas menunjukkan beberapa keuntungan:

Hadits di atas memotivasi kita untuk berkurban karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri melakukannya sebagai bentuk ketaatan dan taqarrub kepada Allah.

Hadits ini menunjukkan bahwa qurban terbaik dengan domba adalah karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggunakannya untuk qurban. Pendapat ini dipilih oleh Imam Malik rahimahullah. Tetapi tiga ulama Madzhab lainnya berpendapat bahwa unta, sapi, dan kemudian kambing (domba) adalah yang paling cocok.

Pendapat ini berdasarkan hadits keutamaan shalat Jumat, di mana mereka yang datang lebih awal mendapat pahala jika dia berkorban dengan unta, kemudian dengan sapi, dan lagi dengan kambing. Seperti hadits yang disebutkan dalam Shahih Bukhari (No. 881) dan Muslim (No. 850).

Pria lebih mungkin dibunuh daripada wanita. Kalaupun berkorban dengan perempuan tetap sah karena ijmak (disepakati ulama).

Dianjurkan untuk berkorban dengan hewan bertanduk. Bahkan pengorbanan dengan hewan tanpa tanduk tetap sah menurut kesepakatan para ulama.

Jemaat Sholat Jum’at Rahimakumullah.

Hewan kurban yang akan disembelih sebaiknya dipilih dari segi sifat dan warnanya. Hewan terbaik secara alami adalah yang gemuk, yang warna putih atau putihnya lebih dominan daripada hitam. Ini adalah bentuk pemujaan terhadap Syariah Allah.

Dianjurkan agar seseorang menyembelih qurbannya sendiri bila mampu dan baik untuk menyembelih qurbannya. Bisa berkorban lebih dari satu asalkan tidak ada niat untuk pamer atau menyombongkan diri.

Disuruh mengaji Tasmiyah dan Takbir sedangkan Qurban (Bismillah Wallahu Akbar) disembelih. Hukum wajib untuk membaca Bismillah. Saat membaca takbir (Allahu akbar), hukum menurut Jumhur atau mayoritas ulama adalah sunnah.

Mengenai keutamaan qurban, ulama seperti Ibn al-Qayyim rahimahullah mengatakan: “Menyembelih di waktu yang mulia lebih afdaler daripada menyembelih sedekah.”

Jika qurban adalah hewan yang disembelih untuk dipersembahkan kepada Allah di hari Nahr dan Tasyrik, maka syarat khusus harus dipenuhi. Hal ini dilakukan untuk mensyukuri keberkahan yaitu keberkahan hidup.

Aqiqah juga dilakukan untuk menunjukkan rasa syukur atas nikmat, yaitu nikmat yang diterima orang tua karena telah menerima buah hati.

Ketentuan aqiqah disebutkan dalam hadits berikut.

َ سَمُرَةَ بْنِ جَنْدُبٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ ق الَ:

Artinya: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Samurah bin Jundub:“ Setiap anak digadaikan dengan aqiqahnya, disembelih untuknya pada hari ketujuh, rambutnya dicukur dan diberi nama. “(HR. Abu Daud No. 2838)

عن يوسف بن م هك هك و و و ى ى ى ة

Yaitu, “Dari Yusuf bin Mahak mereka pergi sekali ke Hafshah binti ‘Abdirrahman. Mereka bertanya kepadanya tentang hukum Aqiqah. Hafshah melaporkan bahwa” Aishah pernah mengatakan kepadanya bahwa Nabi Shallallahu “alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat, dua Untuk menyembelih kambing hampir seusia untuk laki-laki dan satu untuk perempuan. “(HR. Tirmidzi, No. 1513)

Imam Ahmad berpendapat, tetap disarankan agar aqiqah dilakukan dengan cara dipinjamkan agar sunnah ini tetap terjaga.

Bagaimana jika dia bukan diaqiqahi saat kecil?

Para ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa aqiqah masih menjadi tanggung jawab bapak sampai masa puber. Ketika Anda dewasa, aqiqah akan jatuh. Tetapi anak memiliki pilihan disiplin diri. Lihat Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 30: 279.

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Uthaymeen rahimahullah berpikir, “Hukum Aqiqah adalah Sunnah Mu’akkad. Aqiqah untuk anak laki-laki dengan dua ekor kambing, sedangkan untuk perempuan dengan seekor kambing. Ini juga diperbolehkan dalam kasus swasembada dengan kambing untuk anak laki-laki. Aqiqah ini adalah tanggung jawab bapak (yang membiayai tunjangan anak).

Jika waktu yang dianjurkan untuk aqiqah (mis. Tujuh ulang tahun, pena) orang tua dalam keadaan miskin (tidak mampu), maka tidak akan ditetapkan untuk aqiqah. Karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Takutlah pada Allah sebanyak yang kamu bisa.” (QS. At-Taghabun: 16). Namun ketika orang tua menyelenggarakan aqiqah, orang tua dalam keadaan hemat, maka aqiqah tetap merupakan perintah untuk bapak, bukan untuk ibu dan bukan untuk anak. “Disebutkan dalam Liqa’at Al-Bab Al-Maftuh, wawancara dengan Syekh Ibn ‘Uthaymeen di rumahnya.

Demikian khotbah ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمناات والممناات و

Khotbah kedua

الحمد لله رب العالمين, والعاقبة للمتقين, ولا عدوان إلا على الظالمين, أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ولي الصالحين, وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله إمام الأنبياء والمرسلين, وأفضل خلق الله أجمعين, صلوات الله وسلامه عليه, وعلى آله وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ

Fiu Ebadullah atqva Tuhan memerintahkan vaslhva dynkm vmashkm, vtfkrva msyrkm vmalkm no vmlaykth Krystle Allah Ali Nabi atau Nabi yha slva vslmva mengenali orang-orang yang beriman

O asal Ali Ibn Mohammad vly Semua nabi Mohammad, pantas diberkati Ali Ibn Ibrahim vly Semua Sayyidina Ibrahim, vbark Ali Ibn Mohammad vly Semua nabi Mohammad, pantas salak Ali Ibn Ibrahim vly Semua Sayyidina Ibrahim, tidak ada dunia wab’athhu Hameed Majeed, varz O .Al khlfayh alrashdyn, tepatnya putri mhat zvajh, tepatnya Pos alshabh dengan mereka, tepatnya putri pandai valmvmnat menuduh Din, vna mhm brhmtk atau Maha alrahmyn. Feminine atau Lord of the Worlds

O aghfir valmvmnat nasehat, wal valmslmat, alahya ‘minhum valamvat O ajl jmna almarhum NDOSH kolektor, vajl diferensiasi de bdh dibedakan tidak bersalah, td Kami, Villa Villa Villa mna shqya mhrvma.allhm O datanglah nsalk, yang merayakan penyalahgunaan linguistik mereka. Pertanyaan wal z O, O Tuhanku ahfz vtanna vaz Kewajiban untuk Kebenaran vaydh Sultan Salahuddin Tuhan Dunia Aatina Dunia hsnh tidak vfy alakhrh hsnh api vqna hukuman.

Ebadullah Allah yamrkm baldl valahsan vatay Qurba vynhy Dhi al alfkhsha ‘valmnkr valbghy yydkm llkm tzkrvn fazkrav u yzkrkm vasalh de fzlh ytykm vlzkr Allah akbar

Demikian Materi Khutbah Jumat Tentang Qurban dan Aqiqah Lillah – Yang disampaikan Dutadakwah Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita semua. Terima kasih

Lihat Juga : https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-tawasul-arab-ringkas/